BMT Lampung Studi Banding ke TAMZIS

    Dibaca 993 kali


Wonosobo. Bagi Insan BMT, terus meningkatkan kapasitas, kemampuan dan pengetahuan adalah satu anjuran yang terus diupayakan. Tujuannya agar kedepan, BMT (Baitul Maal wat Tamwil) khususnya dan Lembaga Keuangan Syariah umumnya semakin baik dan mampu berperan sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia. Hal inilah yang kini dilakukan oleh BMT Lampung, studi banding ke KSPPS TAMZIS BINA UTAMA, (14/3/17).

Studi banding tersebut, merupakan bentuk kerjasama antara Puskopsyah (Pusat Koperasi Syariah) Lampung dan PBMT Indonesia Wilayah Lampung. Peserta studi banding yang berjumlah 70 orang, merupakan perwakilan dari BMT dan Koperasi Syariah yang ada di Wilayah Lampung.

Dari pihak TAMZIS sendiri, turut menyambut yaitu Budi Santoso, SE., (Sekretaris Pengurus), Ir. Sholeh Yahya (Ketua Dewan Pengawas), H. Teguh Ridwab, BA., (Ketua Dewan Pengawas Syariah), serta didampingi jajaran manajemen TAMZIS.

Budi Santoso, SE., dalam sambutannya, mengatakan, selamat datang kepada para peserta ahlan wa sahlan. Sebenarnya, aktifitas teman-teman BMT di Lampung dan di Jawa, khususnya Wonosobo tidak terlalu jauh berbeda. Oleh karenanya, kita niati sama-sama saling belajar dan sharing. Semoga apa yang Bapak Ibu harapkan dari studi banding ini bisa memperoleh ilmu atau pengalaman yang bermanfaat.

“Memang, setiap masa tantangan bagi BMT itu berbeda-beda. Tentu, solusinya juga berbeda-beda. Kalau kita melihat sejarah, dulu awal-awal BMT berdiri, orang masih bertanya-tanya, apa bisa lembaga keuangan tanpa bunga? Terus darimana gaji? Darimana operasional? Dan sebagainya. Seiring waktu, hal itu bisa terjawab dengan sendirinya.” Jelas Budi.

“Namun, sekarang tantangannya sudah jauh berbeda. Apa benar BMT cukup dengan semangat saja? Kalau sudah besar bangunan fisik dan asetnya apa sudah aman? Saya kira tidak demikian. Justru, bagaimana kedepan, kita terus-menerus melakukan perbaikan. Jangan pernah merasa aman dan nyaman. Mari kita terus benahi dan perkuat.” Ujar Budi.

Budi menambahkan, bahwa di Perhimpunan BMT Indonesia telah ada IMS (Islamic Microfinance Standar). Ada parameter untuk menilai kesehatan sebuah BMT. Dengan IMS inilah sebagai tolak ukur kesehatan BMT kita masing-masing. Oleh karena itu, mari BMT se Indonesia, fokus pada seberapa sehat BMT kita, bukan hanya seberapa besar. Semoga BMT di Jawa dan Lampung khususnya termasuk BMT yang sehat.

Sementara itu, Supadin, Ketua PBMTI Korwil Lampung, menyampaikan terimakasih atas diterimanya mereka oleh pihak TAMZIS, semoga sambutan baik tersebut menjadi amal sholeh. Studi banding ini sebenarnya tindak lanjut dari obrolan kami dan Pak Budi sewaktu berkunjung ke Lampung. Dengan kegiatan ini,  harapannya baik pengurus, manajemen dan pengelola BMT di Lampung bisa menjadi lebih baik lagi. Satu sama lain bisa berperan dan memposisikan diri sesuai tugas dan wewenangnya. Sehingga akan muncul sinergisitas perbaikan terus menerus. Terimakasih, mohon masukan dan bimbingannya. [ir]

Tags

Artikel Terkait

BETA TAMZIS, Membangun Generasi Qur’ani
    tmz
  • March 06, 2017

Yogyakarta. Dalam rangka turut membangun generasi Qur’ani, Baitul Maal TAMZIS terus eksis mengembangkan Program Beasis ...

Business Plan 2017 TAMZIS; Implementasi MKU Dalam Operasional TAMZIS
    tmz
  • March 06, 2017

Purwokerto. Business Plan atau perencanaan bisnis merupakan unsur penting dalam sebuah lembaga karena menjadi arah atau ...

TAMZIS Peduli Kekeringan Bantu 20 Tangki Air ke Masjid-Masjid
    tmz
  • December 19, 2016

Yogyakarta. TAMZIS selain sebagai lembaga bisnis (tamwil), juga sebagai lembaga sosial (maal). Tanggal 21 September 2015 ...

Jambore BMT 2014; Bakti BMT Bagi Negeri
    tmz
  • December 19, 2016

Cibubur. Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) atau yang dikenal dengan BMT (Baitul Maal wat Tamwil) tumbuh dan berkemba ...

TAMZIS PEDULI; Bebaskan Sisa Pembiayaan Pedagang Pasar Bendungan
    tmz
  • January 03, 2017

KULONPROGO- TAMZIS bebaskan sisa pembiayaan pedangang pasar Bendungan, Wates, kulonprogo, Yogyakarta yang terbakar (19/4 ...