Dirgahayu Koperasi Indonesia

    Dibaca 504 kali


Tibalah waktu bagi keluarga TAMZIS mengucapkan Dirgahayu Koperasi Indonesia. Sebagai bagian dari gerakan koperasi, ini merupakan waktu bagi kita untuk merefleksikan langkah-langkah kita dengan cara menilai hal-hal yang telah dilakukan selama ini.

Para founding father negeri ini telah meletakkan dasar untuk membangun negeri ini, sekaligus memancangkan cita-cita dan gagasan besar dalam bidang ekonomi yang pada kesempatan berbahagia ini perlu kita garis bawahi, yaitu ekonomi kerakyatan. Dan meletakkan desain koperasi dalam peran sentralnya sebagai pilar utama atau soko guru ekonomi Indonesia.

Beberapa hari yang lalu, saya "ditiliki" Mas Faried seorang sahabat yang menjadi wartawan senior, penulis dan aktifis di LSM, yang datang dengan kegelisahan besar terhadap negeri ini. Kawan saya itu membagi eksponen negeri ini dalam tiga kelompok besar, yaitu Negara-Rakyat-Pasar. Lanjutnya "dahulu Soeharto ditumbangkan oleh reformasi, dengan harapan terjadi penguatan terhadap rakyat sebagai bagian dari masyarakat madani terutama tatkala berhadapan dengan negara yang sangat kuat pada waktu itu”.

Akan tetapi, kekuatan civil tak kunjung terkonsolidasi, sedangkan kekuatan negara yang diharapkan makin menjadi bersih, transparan acountable dan melayani rakyatnya, adil sekaligus tegas dalam menegakkan hukum. Akan tetapi ternyata negara telah tumpul dan tersandera kepentingan-kepentingan. Maka menjelmalah pasar menjadi sesuatu kekuatan yang menjadi penentu bukan hanya ekonomi, akan tetapi telah merambah jauh pula ke ranah politik.

Lalu mengapa hal tersebut perlu kita ketengahkan kembali di serambi ini? Sesungguhnya sekarang inilah waktu yang tepat bagi kita untuk membelokkan arah haluan, dan menjadikan arah ekonomi negeri ini lebih berpihak kepada rakyat ketimbang para pemilik modal. Caranya memberi kesempatan secara sungguh-sungguh koperasi sebagai bentuk civil society dalam bidang ekonomi untuk menjadi pilar utama.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa koperasi telah mengembangkan sistim dimana kekuasaan modal yang cenderung mengumpul pada sedikit orang dihalangi dengan sistim satu orang satu suara (one man-one vote) pada penentuan keputusan. Sehingga kekuasaan ada di tangan anggota dan tidak bergantung dengan seberapa banyak saham atau modal yang dimiliki, akan tetapi pada banyaknya anggota.

Kendati pada sistim ini terdapat pula kelemahannya terutama jika anggota-anggota belum memiliki kedewasaan yang cukup sehingga pada keadaan tersebut menejemen menjadi sering berganti-ganti dan menyulitkan kepastian dalam berusaha. Akan tetapi secara umum, kelemahan tersebut adalah kelemahan yang bersifat teknis, sehingga dapat ditutupi dengan mekanisme tertentu.  

Seharusnyalah kepentingan negeri ini mendahulukan kepentingan masyarakat yang lebih banyak. Kepentingan para pemilik modal dan investor harus diletakkan pada kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan masyarakat.

Sangatlah bijaksana, apa yang dirumuskan oleh para founding father kita bahwa ekonomi bangsa ini harus diletakkan dalam ekonomi kerakyatan. Sudah saatnya, kita merealisasikan janji-janji kemerdekaan, yaitu janji untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat, memberikan perlindungan hukum keamanan dan keadilan, memberikan akses terhadap pengetahuan serta yang tak kalah penting memelihara kohesifitas (kebersatuan dan keharmonisan masyarakat).

Apakah semua hal tersebut hanya dilakukan oleh negara? Hemat saya kita sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang sama untuk memakmurkan bumi Allah ini dan dalam kaitannya dengan hari koperasi ini. Seluruh eksponen gerakan koperasi harus pula berbenah dan berubah menyiapkan diri dan mengambil peran untuk merubah haluan ekonomi negeri kita tercinta ini.

Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri pelepasan anak saya dari asrama Mualimat Jogjakarta yang dihadiri oleh ketua PP Muhammadiyah Bapak Yunahar Ilyas, saya telah menyiapkan diri mendengarkan pidato dari seorang ketua PP. Setelah disampaikan tentang tanggung jawab seorang alumni maka beliau berucap "anak-anakku, pada waktunya nanti kalian akan menjadi seorang istri dan seorang ibu. Allah telah menyiapkan seorang mukmin untuk mukminat, seorang muslim untuk muslimat, karenanya jika kalian mendambakan untuk mendapat seorang suami yang sholih, tidaklah perlu kalian mencari hingga ujung bumi, cukup jadikan dirimu menjadi wanita sholihat, insyaAllah hidup ananda akan bahagia dalam keluarga orang-orang sholih".

Bagi saya nasehat tersebut sangat mendalam, karena memuat suatu prinsip yang dapat diterapkan secara universal, prinsip itu adalah untuk mendapatkan posisi tertentu seseorang, atau suatu lembaga harus terlebih dahulu memperbaiki dan meningkatkan kapasitas diri baru kemudian Allah akan menggenapinya dengan memberikan posisi tersebut.

Begitulah, maka untuk mengharapkan koperasi menjadi soko-guru pendidikan terlebih dahulu yang harus dilakukan adalah memperbaiki kondisi-kondisi internal gerakan koperasi sendiri. Gerakan koperasi harus menyiapkan sumberdaya insani dan kelembagaannya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar, langkah-langkah yang diperlukan untuk menjadikan dirinya layak menjadi soko-guru perekonomian nasional kita.

Terkait dengan keberadaan kementerian koperasi itu sendiri, tidak sepatutnya lembaga koperasi dipersepsikan sebagai lembaga yang kecil. Tapi sebaliknya, justru koperasi memiliki tugas dan peran yang besar. Meletakkan kementerian koperasi disandingkan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah seharusnyalah hal tersebut jangan menjadikan seolah-olah koperasi itu harus kecil. Akan tetapi harusnya diletakkan sebagai upaya lebih fokus khususnya bagi koperasi jasa keuangan agar lebih fokus melayani UMKM. Sedang bagi koperasi secara umum, tidaklah menjadikan suatu beban sehingga menghalangi untuk tumbuh besar.

Akhirnya, sungguhlah masih sangat banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Dan itu harus segera dimulai dari langkah-langkah kecil yang dapat kita lakukan. Seluruh dari kita warga negara negeri ini adalah memiliki tanggung-jawab yang setara untuk memakmurkan negeri nan indah yang diperuntukkan Allah untuk kita ini, Indonesia.

Dirgahayu hari koperasi ke 64


Artikel Terkait

Mainstreaming Islamic Microfinance
    tmz
  • December 19, 2016

Berkaitan dengan istilah Mainstreaming Islamic Microfinance, istilah itu sendiri kami definisikan sebagai suatu upaya ya ...

20 Tahun TAMZIS Membawa Kebahagiaan
    tmz
  • December 19, 2016

Ketika tulisan ini dibuat keluarga besar TAMZIS sedang diliputi kebahagiaan. Hal ini karena pada tanggal 22 Juli 2012 ke ...

Oleh-Oleh Ilmu dari Singapura
    tmz
  • December 19, 2016

Beberapa hari lalu, alhamdulillah beserta rombongan 150 menejer dan pengurus BMT-BMT anggota Perhimpunan BMT Indonesia, ...

Gusti Allah Mboten Sare
    tmz
  • December 19, 2016

Hari itu saya sedang di Wonosobo, dan ketika gempa terjadi pikiran langsung melayang pada Merapi yang tengah batuk-batuk ...

Manajemen Keuangan Keluarga
    tmz
  • December 19, 2016

Beberapa minggu lalu, saya diberi kesempatan mengisi materi pada pengajian rutin minggu pagi “Keluarga Sakinah” di M ...